AHLAN WASAHLAN WAMARHABAN BIKUM . SELAMAT DATANG KE LAMAN BDIA SMKA WATANIAH 2010 . JIHAD FI SABILILLAH .
Showing posts with label puisi kreatif. Show all posts
Showing posts with label puisi kreatif. Show all posts

Friday, February 18, 2011

rasulullah yang dirindui



Zamanmu Muhammad sudah berlalu,
Namamu masih melekat di hatiku,
Tak pernah bersua malah berjumpa,
Hanya doa dan selawat selalu padamu,
Kuharapkan syafaatmu di Mahsyar sana.

Sinar cahayamu tetap kami ingati,
Sepanjang zaman namamu tetap kami hargai,
Kami sayangi mukjizatmu Al Quran yang suci,
Menjadi bukti setia diri kami,
Agama dipelihara, Islam agama kami,
Muhammad ku doakan kau selalu mendoakan kami.

Rasulullah SAW , begitu agung namamu,
Rindu bertemu dengan mu,
Rindu pada suri tauladan yang kau berikan,
Rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu,
Rindu pada kedamaian yang kau ciptakan,
Rasulullah SAW , rindu kami pada pemerintahanmu,
Rasulullah, rindu kami juga pada keadilanmu,
Kami sanjungi pada keimananmu dan ibadahmu.

Umatmu kini Muhammad sering alpa,
Anugerah Allah tidak diharga,
Hubungan denganNya tidak dijaga,
Juga hubungannya denganmu mereka alpa,
Ku berdoa pada Yang Esa,
Moga ada jalan pulang untuk mereka,
Bersama menghayati agamu dan agama kita semua.

Muhammad SAW, aku rindu padamu,
Kasihku untukmu, selawat kukirim untukmu Muhammad,
Sebagai bukti sayangnya daku padamu,
Moga Allah kurnia dan merahmati hubungan ini,
Kau kuhargai, kusayangi lagi kuhormati.

Muhammad, moga suatu saat nanti,
Dapat kubertemu denganmu,
Dengan redha Allah padaku,
Moga dapat kita bersama di sana,
Syurga tempatmu juga moga untukku,
Muhammadku rindu padamu.

Friday, October 22, 2010

Antara Sahabat , Cinta dan Rabb


Diam,
Sunyi, sepi,
Dalam kegelapan ku lihat tiada cahaya,
Menggapai angin malam yg sejuk dingin,
Aku keseorangan,
Menangis menitis airmata beku,
Bagai tiada siapa peduli,
Ku masih berteleku di situ,
Tapi tiada siapa.. kosong.

Diam,
Sunyi, sepi,
Tetap begitu,
Buta mata, buta hati,
Tiada senyuman terukir di bibir,
Tiada ilmu terpahat di dada,
Tiada sayang menerpa di jiwa,
Bagai jasad tiada rohnya,
Begitu aku,
Biar apa di nanti,
Siapaku untuk mentafsir.

Diam,
Sunyi, sepi,
Aku masih kaku,
Dalam diam,
Sayup-sayup namaku,
Dipanggil syahdu,
Hangat mula terasa di jari jemariku,
Lantas ku toleh,
Seluruh dekat ku terasa bernyawa,
Ku rentap sentuhan itu,
Setelah terpampang suatu wajah,
Seorang yang bergelar lelaki.

Diam,
Sunyi, sepi,
Tiada lagi,
Salam dihulur, persahabatan di minta,
Kusambut mesra,
Hariku berseri,
Hidupku bermakna,
Alhamdulillah kupanjat kesyukuran,
Anugerah seorang insan,
Bernama sahabat.

Diam,
Sunyi, sepi,
Tiada lagi,
Berteman sahabat,
Tanpa kusedari cinta terpatri,
Bermunajat ku pada Ilahi,
Apakah semua ini,
Setakat khayalan atau hakiki.

Diam,
Sunyi, sepi,
Menerjah kembali,
Kala aku berteleku kepada-Mu,
Meminta petunjuk,
Kepada suatu keputusan,
Kepastian menjelma,
Untukmu sahabat,
Maaf ku pinta,
Aku belum bersedia,
Pada cinta yg sementara cuma,
Cintaku kini hanya pada ya-Rabbi,
Penciptaku yang Esa,
Yang memberi anugerah,
Mengenal erti Cinta dan Sahabat,
Terima kasih Ya-Rabb.

Antara sahabat, cinta dan Rabb,
kecintaanku kini hanya Pada-Mu.